Minggu Biasa IV 01 Februari 2026 Berbahagialah Orang Miskin (Romo Very Ara) Matius 5,1-12

 


Minggu Biasa IV

01 Februari 2026

Berbahagialah Orang Miskin

Matius 5,1-12

***************************

Tom Dooley sungguh-sungguh tanggap terhadap dunianya di tahun 1950-an. Setelah menamatkan Sekolah Kodekteran dan menyelesaikan Wajib Dinas Militer di Ankatan Laut, Dooley datang ke Asia untuk memberikan pelayanan medis kepada orang-orang miskin.

Pilihan Dooley ini sungguh mengejutkan dunia, mengingat Dooley  berasal dari keluarga kaya raya dan menikmati kehidupan yang menyenangkan. Mengomentari keputusan Dooley ini, Majalah Guideposts berkomentar:

Seandainya seseorang diperkenankan untuk dilahirkan sesuai dengan keinginannya, saya akui bahwa kelahiran saya sungguh-sungguh diinginkan. Hidup yang menyenangkan datang dengan mudahnya dalam keluarga saya. Ada banyak utang yang tersedia; memiliki kuda sendiri; bersekolah di luar negeri, dan terlatih sehingga diangkat menjadi seorang pemain piano dalm sebuha Konser.

Walaupun demikian, keluarga Dooley sangat parktis dan sangat religius. Dooley senduiri pernah berkata, ‘Keluarga kami adalah keluarga yang rajin berdoa. Kami berdoa bersama di waktu pagi, pada saat bangun tidur di pagi hari; pada saat kami duduk bersama di meja makan; ketika selesai makan....’ Ketika kami hendak tidur dan banyak waktu di antara kejadian-kejadian itu.

Dooley juga berkata, “Keluarga kami rajin berdoa dan rajin membaca Kitab Suci. Sabda yang paling menyenangkan dan menyukakan hati saya adalah “Sabda Bahagia” dalam Kotbah di Bukit. Bagi saya, ‘Penyataan ‘Terberkati” berarti “bahagia.” Sabda inilah sejalan dengan keinginan dan harapan saya sebab dalam pernyataan Sabda ini ditemukan “Dasar/Landasan asar Hukum” yang menggerakan hati saya untuk meninggalkan semua keluarga dan semua harta duniawi yang kami miliki untuk melayani Orang Miskin di Asia demi kebahagiaan iman dan batin saya.

 

Berbahagialah (Makarios)

Dalam pandangan Yesus, orang miskin yang berbahagia....

o   Bukan hanya orang-orang yang tidak memiliki harta, para peminta, pengemis, bertubuh kurus, pucat dan lemah sebab kekurangan gizi.

o   Bukan hanya orang yang tertindas, hina dan sengsara karena orang lain.

o   Bukan hanya orang-orang yang tidak bisa membuka mulut untuk membela diri dan menuntut hak pribadi.

o   Bukan orang-orang yang berkedudukan rendah, sial, sering dihina dan dipermainkan orang jahat.

o   Orang miskin yang berbahagia bukan hanya kaum hina dina, melainkan juga orang kaya raya.

Mengapa?

Semua manusia adalah ciptaan Allah yang tergantung sepenuhnya kepada-Nya. Karena itu, ketika Yesus berkata “berbahagialah orang miskin,” maksudnya:

o   Berbahagialah orang-orang yang penuh ketulusan dan kerendahan hati menyerahkan diri seutuhkan kepada Allah.

o   Berbahagialah orang-orang yang mengandalkan Allah dan berpasrah sepenuhnya kepada Allah.

Orang-orang yang mengandalkan Allah adalah orang-orang yang walaupun memiliki harta berlimpah, namun tidak terikat pada harta, tidak diikat oleh hartanya sehingga tidak membutuhkan Allah dan sesama.

Orang miskin seperti yang dimasudkan Yesus adalah orang yang miskin dalam Roh. Orang yang miskin dalam Roh adalah orang-orang miskin papa dan orang kaya yang tidak terikat pada harta/kekayaan dan dengan kerendahan hati yang mendalam menyerahkan diri secara total kepada Allah, mengandalkan Allah dan berpasrah kepada-Nya. Ini berarti unsur utama yang ditekankan Yesus bukan hanya ketidakterikatan pada harta, melainkan kerendahan hati mendalam yang memuncak pada sikap penyerahan total kepada Allah. Orang-orang demikian akan diberikan karunia Kerajaan Allah.

Orang miskin dalam konteks ini adalah klien/sahabat Allah dan dibela oleh para nabi. Mereka dipilih Allah sebagai pewaris keselamatan. Ketika Yesus mengucapkan, “Berbahagialah orang miskin,” Dia sesungguhnya berkata, “Berbahagialah para klien Allah, yaitu orang-orang yang berkekurangan dalam segala hal, namun tidak berkekurangan Allah.” Allah berpihak kepada mereka bukan karena status mereka yang miskin, bukan juga karena penderitaan akibat kemalangan yang menimpa mereka setiap hari, melainkan pilihan hati mereka yang bebas dan utuh, yaitu Allah sendiri.

o   Orang miskin yang berbahagia bukan hanya kaum hina dina, melainkan juga orang kaya raya. Orang miskin seperti yang dimasudkan Yesus adalah orang yang miskin dalam Roh.

o   Orang yang miskin dalam Roh adalah orang-orang miskin papa dan orang kaya yang tidak terikat pada harta/kekayaan dan dengan kerendahan hati yang mendalam menyerahkan diri secara total kepada Allah, mengandalkan Allah dan berpasrah kepada-Nya.

Ini berarti bahwa unsur utama yang ditekankan Yesus bukan hanya ketidakterikatan pada harta, melainkan kerendahan hati mendalam yang memuncak pada sikap penyerahan total kepada Allah dengan ketulusan untuk melayani sesama, seperti yang dilakukan oleh Tom Dooley. Orang-orang demikian akan diberikan karunia Kerajaan Allah.

Apakah kita juga termasuk dalam kawanan orang miskin yang berbahagia karena dengan penuh ketulusan dan kerendahan hati menyerahkan diri seutuhkan kepada Allah; mengandalkan Allah dan berpasrah sepenuhnya kepada Allah dengan dan dalam ketulusan melayani Allah dalam diri sesama yang membutuhkan?

 

Selamat Bermenung....

Salam Kasih....

Buona Domenica....

Dio Ti Benedica...

 

Alfonsus Very Ara, Pr

 

Posting Komentar

Terima Kasih Atas Partisipasi Anda dalam kolom komentar.

[blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget