Kerendahan hati iman adalah sikap batin yang mengakui ketergantungan total pada Tuhan, menyadari keterbatasan diri, dan tunduk pada kehendak-Nya, bukan sekadar tidak sombong atau sederhana. Sikap ini melibatkan penyerahan diri, tidak mengandalkan kekuatan sendiri, dan sungguh memprioritaskan Tuhan di atas ambisi pribadi, seperti teladan Yesus yang mengosongkan diri dan melayani. Sikap ini adalah fondasi atau dasar iman yang kuat, memungkinkan kita menerima kasih karunia dan perlindungan ilahi.
Ciri-ciri Kerendahan Hati Iman Kristiani:
- Menyadari Keterbatasan: Mengakui bahwa segala kemampuan berasal dari Tuhan dan manusia itu terbatas.
- Tunduk pada Kehendak Tuhan: Menerima kedaulatan-Nya dan taat pada perintah-Nya, seperti dalam doa dan hidup sehari-hari.
- Tidak Sombong : Menghindari keangkuhan dan sikap merasa lebih dari orang lain, bahkan dalam keberhasilan.
- Bergantung Penuh: Menggantungkan diri sepenuhnya pada kekuatan Tuhan, bukan kekuatan sendiri, terutama saat menghadapi kesulitan.
- Melayani Sesama: Mengambil teladan Kristus dengan merendahkan diri untuk melayani, bukan meninggikan diri.
Hubungan dengan Iman:
- Fondasi Iman: Kerendahan hati memungkinkan iman yang jujur dan penyerahan diri yang penuh kepada Tuhan.
- Menerima Kasih Karunia: Orang yang rendah hati lebih mudah menerima kasih karunia dan bimbingan ilahi. Perumpamaan pemungut cukai yang berdoa dengan rendah hati (Lukas 18:9-14) menunjukkan bahwa ia pulang dalam keadaan dibenarkan, bukan orang Farisi yang sombong.
Sikap ini menghasilkan kesalehan, rasa aman, dan kepuasan. Mendatangkan kehormatan dari Tuhan, karena Tuhan menentang yang sombong tetapi mengasihani yang rendah hati.
.jpeg)
Posting Komentar
Terima Kasih Atas Partisipasi Anda dalam kolom komentar.