Hari Minggu Palem, Tahun A 29 Maret 2026 (Romo Very Ara) “Seekor Keledai Betina” Matius 21:1-11

Hari Minggu Palem, Tahun A 29 Maret 2026

“Seekor Keledai Betina”

Matius 21:1-11

“Lihat, Rajamu datang kepadamu. Dia lemah lembut ... mengendarai seekor keledai betina, dan seekor keledai beban yang muda.” Lalu pergilah murid-murid dan berbuat seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka. Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, mengalasinya dengan jubah mereka dan Yesus pun duduk di atasnya.”

(Matius 21:5-74)

Sentuhan Kelembutan

Beberapa anak laki-laki dari kota sedang menikmati masa liburan di sebuah perkambungan. Mereka menginap di sebuah rumah yang berdiri di tengah ladang.

Pada suatu hari, seekor anak sapi keluar dari kandang dan tiga orang anak laki-laki itu berusaha memasukan kembali anak sapi itu ke dalam kandanf. Seorang di antara mereka menyeret anak sapi itu dengan memegang tanduknya yang baru tumbuh.  Dua orang anak laki-laki mendorong anak sapi itu dari samping, kiri dan kanan.

Akan tetapi, semakin mereka menarik dan mendorong, anak sapi itu justru berdiri kokoh di tenpatnya. Anak sapi itu tidak bergerak sedikit pun dari posisi awalnya.

 Kemudian, datanglah seorang putri petani. Dia menyaksikan semua usaha yang dilakukan ketika anak laki-laki kota itu. Sambil tersenyum, putri petani itu mendekati anak sapi, memasukan jarinya ke dalam moncongnya. Pada saat itu, anak sapi menghisap jarinya dan dia pun menuntun anak aspi itu ke kandang. Anak sapi itu mengikuti anak petani itu dengan penuh kerelaan.

Ketiga anak laki-laki kota itu menggeleng-gelengkan kepala mereka penuh kekaguman. Mereka sadar bahwa mereka melakukan cara pendekatan yang sangat keliry. Mereka memaksakan kehendak mereka, tanpa menghiraukan apa yang diinginkan anak sapi itu. Putri petani berperan sebagai Malaikat: dia memberikan apa yang dikehendaki anak sapi dan anak sapi pun mengikuti keinginan sang putri petani dengan penuh kerelaan.

Pesan

Sikap dan perbuatan putri petani mengingatkan kita bahwa sentuhan cinta penuh kelembutan menjadi jalan utama menuju perubahan. Sentuhan cinta penuh kelembutan jemari putri petani di moncong sapi menuntun sapi itu menuju kandangnya. Sebaliknya, jalan dan cara kekerasan yang dilakukan oleh tiga anak laki-laki kota justru membuat anak sapi berkeras, berdiri kokoh dan bertahan di tempatnya.

 

 

Senjata Yesus: Cinta dan Kelembutan

Inilah jalan/cara Yesus mengubah hati dunia yang keras, menghancurkan hati manusia yang membatu penuh kecurigaan, kebencian, persaingan dan balas dendam. Yesus menghadapi hati dunia, terutama hati manusia dengan cinta-Nya yang penuh kelembutan, bukan dengan kekerasan senjata.

Beberapa hari sebelum disalibkan, Yesus memasuki kota suci dengan menunggang seekor keledai betina. Inilah gambaran jati diri Yesus yang sesungguhnya. Dia bukanlah Raja yang memiliki kekuasaan sehingga harus menunggangi kuda pelana. Dia juga tidak menggunakan kereta emas sebagai calon raja. Dia justru rendah hati, seperti seekor keledai yang taat seutuhnya kepada tuannya dan siap melayani tuannya.

Dia datang ke bumi fana ini tanpa senjata...

o   Dia memasuki kota suci tanpa senjata, walaupun tujuan kedatangan-Nya sangat jelas, yaitu menaklukkan kekuasaan yang menginjak-injak, bahkan membunuh dan membinasakan manusia.

o   Dia menghadapi, mengalahkan dan menghancurkan kekuasaan duniawi yang menginjak-injak, membunuh dan membinasakan manusia bukan dengan rudal, bom dan meriam, melainkan dengan Cinta, Kerahiman dan Belas Kasih-Nya.

o   Dia menghadapi, mengalahkan dan menghancurkan kekuasaan duniawi dengan merangkul dan mengampuni semua pelakunya dengan Cinta, Kerahiman dan Belas Kasih-Nya.

Inilah senjata kemuliaan Yesus untuk menghancurkan semua jenis kemuliaan palsu, kosong, hampa, tanpa makna yang selalu diperjuangkan manusia. Dia datang untuk menghentikan sistem paksaan dan kekerasan yang mewarnai relasi antarmanusia di sepanjang zaman. Kemuliaan-Nya ada dalam Cinta dan Belas Kasih-Nya yang merangkul dan mengampuni..

Kota Baru, Dunia Baru, Yerusalem Baru

Sejak minggu Palem dan selama Pekan Suci ini, kita melihat dan mengalami bagaimana drama kesombongan dan kearagonan manusia yang tampak dalam perjuangan untuk membangun menara Babel berhadapan dengan kerendahan hati dan kelemah-lembutan Yesus yang membangun kota untuk menampung anak-anak-Nya, yaitu Kota Baru - Dunia Baru yang sejak kekal tercipta oleh Bapa dalam diri Anak-Nya.

Dalam Perjanjian Lama, kota itu nyata dalam Bahtera (yang dibangun) Nuh untuk menyelamatkan keluarganya dari amukkan air bah. (Ibr 11:7) Karena imannya kepada Yahwe, Abraham membangun kemah dan dia bersama keluarganya tinggal di dalamnya sembari menantikan kota yang dibangun di atas landasan yang kokoh.

Kini, saatnya, Yesus Sang Raja harus memasuki Kota Yerusalem untuk membangun Kota Baru/Dunia Baru/Yerusalem Baru untuk menampung anak-anak Allah, tempat kediaman kekal bagi umat manusia bersama Allah dan sesamanya. Kota Baru yang dibangun Yesus dilandaskan pada Hidup-Nya, yaitu Hidup Allah dalam Diri-Nya, yaitu cinta, kerendahan hati dan kelemah-lembutan, bukan ambisi, kebencian, kekerasan dan balas dendam. Kota Baru/Dunia Baru/Yerusalem Baru yang dibangun Yesus adalah Hati. Karena landasan Kota Kekal adalah Allah yang Berdiam di Hati, maka iman kepada Allah dan ikatan cinta antarpribadi yang beriman dengan sesamanya menjadi syarat mutlak yang harus dimiliki oleh manusia. Iman menegaskan kekokohan relasi dan komunikasi cinta antara Allah dengan pribadi yang beriman dan ikatan cinta di antara pribadi beriman dengan sesama manusia.

Iman dan cinta, kasih sayang dan kelembutan tidak hanya memberikan keteguhan batin bagi pribadi-pribadi yang beriman, tetapi juga memperjelas dan mempertegas relasi cinta antara manusia dengan Allah dan pribadi yang beriman dengan sesamanya. Dalam ikatan ini, Allah menjadi Jaminan dan Andalan Tunggal. Dia adalah Pemilik dan Pemberi Kota yang Kekal bagi manusia yang beriman kepada-Nya.

Usaha untuk membangun Kota Baru yang Kekal menuntut setiap pribadi beriman untuk melandaskan dan mengakarkan Kota Baru itu di atas Fondasi Imannya dan membuahkan imannya dalam tindakan cinta. Iman lahir dari pengalaman perjumpaan awal dengan cinta Allah. Cinta akan memperjelas dan meneguhkan makna iman, yaitu menumbuhkan kebaikan hidup serta mengarahkan pribadi beriman kepada kepenuhan hidup. Cinta akan meningkatkan dan memperkaya relasi antara manusia dengan Allah dan sesama serta memperkaya kehidupan bersama. Tanpa cinta, relasi antara manusia dengan Allah dan sesama mustahil terbina. Iman yang berbuah dalam tindakan cinta akan memberdayakan pribadi yang beriman untuk mengembangkan relasi antarpribadi manusia serta mengarahkannya menuju tujuan akhir yang membahagiakan, yaitu Allah sendiri. Iman yang dinyatakan dalam aksi pelayanan demi kebaikan bersama hanya mungkin dimiliki jika pribadi beriman memiliki cinta.

Iman membuat kita menghargai arsitektur dari hubungan antarpribadi manusia dan manusia dengan Allah sebab iman serentak menjadi landasan utama dan tujuan akhir dari semua perjalanan hidup manusia dalam Allah, dalam kasih-Nya, dan dengan demikian memperjelas seni bangunan itu. Iman yang benar adalah iman yang dinyatakan dalam aksi pelayanan demi kebaikan bersama. Terang iman tidak hanya menerangi bagian dalam Gereja, tidak hanya melayani kita untuk membangun kota yang kekal di akhirat, tetapi memberdayakan kita untuk membangun masyarakat sedemikian rupa supaya mampu melakukan perjalanan menuju masa depan yang berpengharapan.

Perarakkan Palma serentak melambangkan dan menyatakan bahwa misteri kejahatan dikalahkan oleh misteri cinta, kerahiman dan kasihan Allah dalam diri Putra-Nya. Perarakan Palma menyatakan bahwa hanya orang yang hatinya penuh cinta, kerahiman dan belas kasih; lemah lembut dan rendah hati yang akan memiliki bumi ini, yaitu Bumi Baru/Kota Baru/Yerusalem Baru. Persoalannya, apakah kita melapangkan pakaian hati kita untuk dilawati dan menjadi Takhta Kediaman bagi Sang Raja Cinta, Kerahiman dan Belas Kasih?

 

Selamat Bermenung...

Salam Kasih....

Buona Domenica....

Dio Ti Benedica....

 

Alfonsus Very Ara, Pr

 

 

 

Posting Komentar

Terima Kasih Atas Partisipasi Anda dalam kolom komentar.

[blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget