RAPAT ANGGOTA SIGNIS INDONESIA KE
52
“SIGNIS Indonesia: Artificial
Inteligence dalam Tantangan Iman,”
Bandung 24 Februari – 1 Maret
2026.
SIGNIS INDONESIA
Signis
adalah Asosiasi Katolik internasional umat beriman untuk Komunikasi. Signis
diakui oleh Takhta Suci sebagai Asosiasi Internasional Umat Beriman. Signis
memiliki status konsultatif dengan UNESCO, Dewan Ekonomi dan Sosial
Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan Dewan Eropa. Selain Signis internasional ada
juga Signis Indonesia. SIGNIS Indonesia merupakan organisasi yang bergerak di
bidang komunikasi dan media dalam konteks pelayanan sosial serta bagian dari
SIGNIS Internasional, jaringan global yang fokus pada pengembangan media
beretika, mendukung hak asasi manusia, dan memperkuat komunikasi lintas budaya.
Di Indonesia, Signis bergerak di bidang komunikasi dan media dalam konteks pelayanan sosial. SIGNIS Indonesia merupakan organisasi yang bergerak di bidang komunikasi dan media dalam konteks pelayanan sosial. Para anggota SIGNIS Indonesia tahun 2026 ini mengadakan rapat anggota signis indonesia ke 52 “Signis Indonesia: Artificial Inteligence dalam tantangan iman,”di Bandung 24 Februari - 1 Maret 2026. Artificial Inteligence dalam Terang Iman menjadi peluang dan tantangan komunikasi pastoral khususnya tema penting dalam rapat anggota atau sidang SIGNIS Indonesia ke-52. Sidang SIGNIS Indonesia ke-52 yang diadakan di Bandung, Jawa Barat, dari tanggal 24 Februari sampai 2 Maret 2026, dihadiri oleh 32 anggota, dengan tema Artificial Inteligence dalam Terang Iman: Peluang dan Tantangan Komunikasi Pastoral.
Dalam khotbahnya, Yang Mulia Mgr. Agustinus, selaku Ketua Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Wali Gereja Indonesia, menyampaikan bahwa Gereja adalah persekutuan yang Hidup dari komunikasi. Inti dari Gereja adalah persekutuan yang berpusat pada Kristus dan diilhami oleh Roh Kudus. Namun, persekutuan hanya dapat benar-benar terjadi jika ada komunikasi yang lancar. Tanpa komunikasi, misi Gereja tidak akan berdampak, oleh karena itu SIGNIS melambangkan tanda dan api. Signis mewakili kobaran api misi Gereja yang tidak boleh disembunyikan. Komunikasi menjadi ujung tombak untuk membawa semangat dan jiwa Gereja keluar, agar tidak terperangkap di dalam tembok internal dan ego sektoral.
Para peserta mengikuti hari studi sesuai dengan tema pertemuan SIGNIS ke-52 ini, pembicaranya adalah Suryatin Setiawan beserta timnya. Beliau adalah praktisi di bidang teknologi informasi yang menyampaikan presentasi berjudul “Prompt Engineering: Seni Berkomunikasi dengan Teknologi Kecerdasan Buatan.” Dengan semangat persaudaraan dan dalam terang iman, anggota SIGNIS Indonesia mendorong program-program yang akan dilaksanakan dengan fokus pada upaya menjaga keutuhan ciptaan.
Rapat
Anggota tahunan ini dibuka secara resmi dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin
oleh Uskup Surabaya, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo. Sejumlah agenda penting
mewarnai pertemuan ini, hari studi pertama seminar bersama anggota dari Bapak Hendro
Setiawan, hari studi kedua oleh Pastor Noegroho Agoeng, Hari studi ketiga refleksi
bersama masing masing regio, hari studi keempat Laporan karya:
A.
Capaian utama tahun 2025-2026
1. Kerjasama, Kolaborasi dan Jejaring
2. Pelatihan Media Sosial, Pewartaan Digital,
Jurnalisme dan Riset
3. Pengadaan Alat, Infrastruktur dan
Perpanjangan Perizinan
4. Produksi Film
5. Workshop dan Waste Management Enterprise
B.
Prioritas lembaga untuk tahun 2026:
1. Fundraising untuk kemandirian finansial
2. Pelatihan untuk kaum muda dan perempuan
3. Pemberdayaan SDM yang professional
4. Media Misi yang mandiri, kredible dan
berkelanjutan
5. Kemitraan
6. Pembangunan Infrasturktur
C.
Kemudian dilanjutkan dengan Rapat Regio
D.
Program Nasional Informasi Signis Asia - Dunia
E.
Penerimaan Anggota
F.
Pemilihan BP
Agenda penting lainnya dalam pertemuan ini adalah pemilihan pengurus periode 2026-2030, sebagai berikut:
Ketua: RD Heribertus Ratu Wakil Ketua: Ibu Bernadetta WidiandajaniSekretaris: RD Tiburtius Plasidus Mari Bendahara: RD Reynaldo Antoni HaryantoAnggota: RD Suhanedi Kusmantoro
G.
Pemilihan BP dan Serah Terima
H.
Venue dan Keputusan Rapat
I.
Cultural Visit komunitas Sunda Katolik
J. Misa Penutup/ Katedral Bandung
Penutup dan Refleksi
Kemajuan teknologi, terutama kecerdasan buatan (AI), menghadirkan peluang dan kejutan yang signifikan. Teknologi ini telah menyentuh dan meresap ke berbagai aspek kehidupan. Munculnya refleksi baru, seperti teologi digital dan ontologi digital, menimbulkan tantangan teologis dan filosofis, mempertanyakan makna realitas hidup di era AI. Namun, Gereja tidak perlu takut atau gentar, selama tetap berpegang teguh pada identitas dan misi Kristus. Untuk tujuan ini, AI adalah produk dari kecerdasan manusia. Manusia dipanggil untuk terus menemukan dan mengembangkan teknologi. Namun, yang terpenting Artificial Inteligence harus berfungsi sebagai alat untuk menyampaikan firman yang hidup dan berdampak, bukan menggantikan peran manusia atau mengosongkan pesan. Uskup berharap, oleh karena itudiharapkan Artificial Inteligence sebagai alat komunikasi Gereja harus terus membawa energi, makna, dan kekuatan transformatif seperti hujan yang memperkaya bumi.
Pertemuan SIGNIS diharapkan bukan hanya sekadar acara formal, tetapi juga percikan yang membangkitkan pelayanan, sehingga lebih banyak orang mengenal dan mengasihi Tuhan. Kehadiran perwakilan SIGNIS dari berbagai keuskupan di Indonesia dimana masing masing diutus baik Komsos dan radio. Dalam refleksi bersama masing masing menunjukkan bagaimana komunikasi Katolik terus berkembang untuk menjawab tantangan zaman di keuskupannya sendiri.
Poin Pertama:
Pastor Antonius Stephen Lalu, Ketua SIGNIS
Indonesia, menjelaskan bahwa para pekerja media Katolik, terdiri dari tim
komunikasi sosial (Komsos) dan Radio dari berbagai Keuskupan. Setiap tahunnya SIGNIS
Indonesia berkumpul untuk saling berbagi pengalaman dan memperkuat karya
pewartaan. Tahun 2026, panitia Signis mengambil tema Artificial Inteligence dalam
Tantangan Iman,”. SIGNIS Indonesia ingin menjadi Sains Ignis
yakni membawa dan mengomunikasikan tanda-tanda zaman, menyebarkan semangat
laksana api yang membakar hati, seperti pengalaman murid-murid Emaus yang
berkobar penuh sukacita setelah bertemu Yesus,” ujar Pastor Antonius.
Poin Kedua :
Mgr.
Agustinus Tri Budi Utomo dalam
sambutannya menegaskan pentingnya menjadi komunikator yang handal di era
pengharapan ini. Beliau menekankan bahwa komunikasi yang baik bukan sekadar
soal teknologi atau sarana, tetapi lebih pada bagaimana media dapat menciptakan
hubungan yang penuh kasih dan relasi yang bermakna. “Kita tentu tidak bisa
menjauh dari media komunikasi sosial, tetapi kita harus menggunakannya sebagai
alat pewartaan. Jika manusia berjalan dengan kepala tertunduk, tanpa melihat
kiri dan kanan, tanpa senyuman, tanpa sapa, tanpa salam maka manusia itu seperti
robot yang hidup tanpa hati, maka kita kehilangan esensi komunikasi yang
sejati,” ungkap Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo.
Melalui
renungan Bapa Uskup, kami disadarkan bahwa Komsos adalah corong pewartaan iman di
Keuskupan. Komsos sebagai wadah bagi pengajaran dan refleksi iman yang
mampu menyampaikan warta ke segala
penjuru. Pada ahirnya mimpi dan harapan iman sampai pada seluruh umat. Melalui
pewartaan yang dipublikasikan melalui media sendiri, maka umat mampu mengetahui
segala informasi terbaru perihal peristiwa yang terjadi.
.png)

.jpeg)



.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)







Posting Komentar
Terima Kasih Atas Partisipasi Anda dalam kolom komentar.